Dec
04

Warga Pesisir Utara Karawang Siapkan Kantong Pasir

Puluhan kantong pasir berukuran besar disiapkan warga pesisir Pantai Cilebar, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi munculnya angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap datang saat cuaca buruk.

“Kejadian air pasang hingga masuk pemukiman warga dua minggu lalu merupakan terburuk tahun ini. Makanya, kami melakukan antisipasi dengan mengisi karung berukuran besar dengan pair. Lalu kami letakkan di bibir pantai untuk menahan gelombang,” ucap Warja (45), warga setempat, Minggu (4/12).

Kondisi serupa, kata Warja, juga dilakukan di kecamatan lain yang wilayahnya masih berhubungan dengan pesisir utara Kab. Karawang. “Di Kecamatan Cibuaya dan Pedes juga sama. Warga di sana juga sudah mulai melakukan pengisian karung dengan pasir sebagai antisipasi,” katanya.

Warja mengatakan terjangan ombak hingga masuk ke pemukiman warga juga disebabkan oleh tidak adanya penahan seperti mangrove di pesisir pantai. Tanaman mangrove pun hanya tersisa beberapa puluh tanaman.

“Terjangan ombak beberapa hari ini telah merusak sepanjang pantai utara Karawang, kondisinya sudah kritis. Bahkan puluhan hektare tambak milik warga ikut kena imbasnya. Tidak menutup kemungkinan kalau didiamkan bisa ikut menggerus permukiman.” ujarnya.

Sebenarnya, kata Warja, pemasangan kantong pasir di pesisir pantai sudah dilakukan bertahun-tahun. Cara itu cukup efektif untuk menahan terjangan ombak sedang.

“Namun, kami juga tidak bisa hidup dalam kekhawatiran hanya mengandalkan kantong pasir. Terjangan ombak tinggi masih bisa masuk walau sudah dihalang dengan kantong pasir. Seharusnya Pemkab Karawang tanggap mengantisipasi hal tersebut untuk melakukan pembuatan pemecah ombak atau gerakan menanam mangrove,” tuturnya.

Rohi (35) Kepala Dusun Suka Mulya Desa Pusaka Jaya Utara Kecamatan Cilebar mengatakan ia dan beberapa rekan kepala dusun lainnya sudah seringkali meminta Pemkab Karawang memperbaiki kerusakan pantai tersebut. Namun bukan menggunakan karung, mengingat kualitas karung tidak tahan lama.

“Harusnya, perbaikan itu menggunakan turap permanen atau menggunakan pohon mangrove dan rucukan bambu. Selama ini kerusakan pantai terkesan dibiarkan saja,” ujarnya.

Rencana Pemkab Karawang akan membangun penahan gelombang tahun ini, kata Rohi, juga tidak ada kejelasannya. “Kami sering melihat banyak di antara pegawai Pemkab Karawang yang hanya melakukan foto-foto, tapi tidak pernah ada realisasinya. Bahkan kondisi pantai semakin buruk dan bisa mengancam keselamatan masyarakat setempat,” ucapnya.

Kejadian tersebut juga dialami warga Dusun Sarakan Desa Tambak Sari Kecamatan Tirtajaya. Ombak telah membuat air laut masuk ke tambak hingga menimnbulkan kerugian karena tidak sedikit ikan bandeng lepas.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang, Agus Sundawiana mengatakan rencana membangun pemecah gelombang di pesisir utara Kab. Karawang tergantung disetujuinya usulan Pemkab Karawang oleh pemerintah pusat.

“Pengajuan sudah dilakukan sejak awal tahun, namun hingga kini kami juga belum dapat kejelasan, akan disetujui atau tidak,” katanya.

Selain itu, kata Agus, Pemkab Karawang berharap pada bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada program pembangunan Jabar Utara. “Kami pun menyadari abrasi semakin parah. Sejauh ini bantuan yang digulirkan hanya kantong-kantong pasir untuk menahan ombak secara sementara,” katanya.

No Comments

Make A Comment

No comments yet.

Comments RSS Feed   TrackBack URL

Leave a comment

*
 
top