Dec
05

Pelita Jaya Karawang Incar RD

Demi memenuhi target juara Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012 Pelita Jaya Karawang mengincar pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan sebagai pelatih di musim depan.

Hal itu diutarakan Direktur Teknik Pelita Jaya Rahim Soekasah pada saat pengenalan tim Pelita Jaya di Gandaria City, Jakarta, Senin (5/12).

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Rahmad. Selanjutnya, Rahmad pun sudah mengiyakan permintaan untuk melatih Pelita Jaya.

“Rencananya, kami akan mengontraknya minimal dua tahun. Kami sudah menanyakan sebelum dia melatih timnas U-23 untuk SEA Games, dan kini kami tinggal menunggu waktu untuk melakukan konfirmasi ulang,” imbuhnya.

Mengenai pemilihan mantan pelatih Persija tersebut, Rahim mengatakan, saat ini Rahmad merupakan pelatih terbaik yang dimiliki Indonesia. Ia meyakini Rahmad bisa memenuhi target timnya untuk menjadi juara LSI musim ini.

Rahmad sendiri ternyata belum mau mengiyakan permintaan Pelita Jaya. Secara terpisah, dia mengaku sejauh ini komunikasi dengan pihak Pelita baru sebatas penawaran dan belum terjadi kesepakatan apapun antara dirinya dengan manajemen Pelita.

“Memang, saya pernah ditawari jadi pelatih Pelita, tapi masih sebatas proses tawaran dan penjajakan. Belum ada pembicaraan sejauh itu. Status saya masih sebagai pelatih timnas U-23 dan kontrak saya baru selesai 2013,” katanya.

Pada musim ini, Pelita Jaya mematok gelar juara LSI. Untuk menghadapi musim kompetisi baru ini, pelatih sementara elita Jaya Djajang Nurjaman melakukan perombakan besar dalam skuadnya.

Sejumlah pemain naturalisasi digaet, seperti Diego Michiels, Jhon Van Beukering, Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo. Pada jajaran pemain asing, striker Malaysia Safee Ali masih diberikan kepercayaan dalam tim, lalu ditambah tiga pemain asing baru lainnya, Sasa Radivojevic (kiper), Stanislav Jehekov (bek), serta Alexander Bajevski (striker).

Namun, keinginan Pelita Jaya untuk memulai kompetisi ini dengan harapan tinggi gagal terpenuhi. Pasalnya, enam pemain asingnya, termasuk Diego yang baru merumput di Indonesia terkendala masalah sertifikat transfer internasional (ITC) yang belum diurus oleh PSSI ke FIFA.

Meski begitu, Djajang mengaku tetap optimis. Pasalnya, menurut dia, timnya memiliki banyak materi pemain baru dan juga pemain muda. “Pada dasarnya, kami siap untuk memenuhi target yang ditetapkan manajemen. Sayangnya, ada enam pemain yang tidak bisa main karena masalah ITC,” ujar Jajang.

Pemain muda ini menurut dia, merupakan sumbangsih dari pembinaan usia muda yang dilakukan klubnya. “Pelita tetap berkomitmen mengembangkan potensi-potensi muda dalam tim juniornya untuk menunjang Pelita senior,” katanya.

Menurut dia, para pemain Pelita saat ini merupakan hasil pembinaan usia muda yang dilakukan. Untuk itu, pihaknya mengaku akan tetap fokus dalam melakukan pembinaan pemain muda mulai dari bawah 12 tahun hingga U-21. Saat ini, tutur Djajang, 10-12 pemain Pelita yang berlaga di tim senior berasal dari program pembinaan usia muda tersebut.

No Comments

Make A Comment

No comments yet.

Comments RSS Feed   TrackBack URL

Leave a comment

*
 
top